• Home  
  • PWMOI Keberatan Wartawan Dicap Prabowo Londo Ireng. Itu Pelecehan dan Penghinaan
- Berita - Nasional - Politik

PWMOI Keberatan Wartawan Dicap Prabowo Londo Ireng. Itu Pelecehan dan Penghinaan

MarwahMedia.com | Jakarta | — PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) keberatan atas ucapan Presiden Prabowo Subianto yang men-cap wartawan sebagai Londo Ireng. Selain wartawan, LSM dan Pengamat juga disebut Londo Ireng. Itu pelecehan dan penghinaan bagi profesi wartawan. “Sebagai organisasi wartawan, PWMOI merasa prihatin atas ucapan Presiden Prabowo yang tidak menghargai profesi wartawan. Padahal […]

MarwahMedia.com | Jakarta | — PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) keberatan atas ucapan Presiden Prabowo Subianto yang men-cap wartawan sebagai Londo Ireng. Selain wartawan, LSM dan Pengamat juga disebut Londo Ireng. Itu pelecehan dan penghinaan bagi profesi wartawan.

“Sebagai organisasi wartawan, PWMOI merasa prihatin atas ucapan Presiden Prabowo yang tidak menghargai profesi wartawan. Padahal para baik langsung maupun tidak ikut membantu Kabinet Merah Putih mensosialisasikan berbagai kebijakan pemerintah,” tegas Ketua Umum PWMOI, KRH.HM.Jusuf Rizal,SH kepada media di Jakarta.

Pernyataan keberatan atas pernyataan Prabowo Subianto itu yang dianggap melecehkan dan merendahkan wartawan itu disampaikan Jusuf Rizal menjawab pertanyaan wartawan. Pria berdarah Madura-Batak itu juga menyatakan sebaiknya Prabowo mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada msyarakat wartawan Indonesia.

Londo Ireng merupakan istilah jaman belanda yang ditujukan kepada masyarakat atau kelompok yang kerap membela kepentingan asing daripada kepentingan nasional (Bangsa). Kata Londo Ireng adalah cap negatif yang tidak baik, bahkan cenderung sebagai penghianat bangsa. Atas cap itu, tentu wartawan merasa keberatan, direndahkan dan dilecehkan

PWMOI menilai Prabowo baperan. Padahal wajar jika wartawan mengkritik berbagai kebijakan yang tidak pro rakyat. Selain itu wartawan (Pers) merupakan salah satu pilar demokrasi yang wajib mengawal berbagai kebijakan secara kritis, independen dan konstruktif

Jusuf Rizal yang juga Relawan Prabowo itu menilai seharusnya Prabowo tidak alergi dan anti kritik terhadap berbagai kebijakan yang dilakukan wartawan, pengamat dan LSM. Sudah resiko pejabat publik, termasuk Presiden memperoleh kritikan jika dinilai ada kebijakan yang kurang tepat. Tentu ada pro dan kontra.

Faktanya lanjut Jusuf Rizal penggiat anti korupsi salah satu tokoh terkemuka Madura, akibat kritikan wartawan, pengamat dan LSM, program MBG (Makan Bergizi Gratis) banyak penyelewengan. Begitu juga Agrinas maupun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Prabowo sebagai Presiden harus belajar lebih banyak mendengan, ketimbang selalu memberi statemen baru yang buat gaduh. Fokus saja berantas korupsi. Bersihkan lingkaran kekuasaan dari abuse of power, untuk meyakinkan rakyat jika Presiden Prabowo sungguh-sungguh berantas korupsi,” ujar Jusuf Rizal, pria trah Raja Sumenep, Arya Wiraraja, Ketum Ormas Madas Nusantara itu.**

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Us

Lorem ipsum consectetur adipiscing the any adipiscing the consectetur the any ready to adipiscing adipiscing.

Email Us: infouemail@gmail.com

Contact: +5-784-8894-678

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Forcast Mega  @2025. All Rights Reserved.